Laman

Thursday, April 28, 2011

CR(COMPUTER RADIOGRAFI)

CR(COMPUTER RADIOGRAFI)

ABSTRACT

Computed Radiography (CR) using equipment that is very similar to conventional radiography except that in place of film to create an image, an imaging plate (IP) is made from phosphorus photostimulable used. CR imaging plate (IP) contains phosphorus photostimulable storage, which stores the radiation levels received at each point on the local electron energy. Imaging plate was placed in a special cassette and placed under the body part or object to be examined and x-ray exposure is made. Therefore, instead of taking exposed film into a darkroom for developing in chemical tanks or automatic film processors, imaging plate is run through a special laser scanner, or a CR reader, which read and digitize the images. Digital images can then be viewed and enhanced using software that has functions very similar to other software the conventional digital image processing, such as contrast, brightness filtration, and zoom.

INTI SARI
Computed Radiography (CR) menggunakan peralatan yang sangat mirip dengan radiografi konvensional kecuali bahwa di tempat film untuk membuat gambar, sebuah piring imaging (IP) yang terbuat dari fosfor photostimulable digunakan. Pencitraan CR pelat (IP) mengandung fosfor penyimpanan photostimulable, yang menyimpan tingkat radiasi yang diterima di setiap titik pada energi elektron lokal.Pelat pencitraan ditempatkan di sebuah kaset khusus dan ditempatkan di bawah bagian tubuh atau objek yang akan diperiksa dan paparan x-ray dibuat. Oleh karena itu, bukannya mengambil film terkena menjadi kamar gelap untuk berkembang di dalam tangki kimia atau prosesor film otomatis, plat imaging dijalankan melalui scanner laser khusus, atau pembaca CR,yang membaca dan mendigitalkan gambar. Gambar digital kemudian dapat dilihat dan ditingkatkan dengan menggunakan perangkat lunakyang memiliki fungsisangat mirip dengan perangkat lunak lain imaging processing konvensional digital seperti kontras, filtrasi kecerahan dan zoom.


PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan diikuti dengan perkembangan teknologi.Didunia kesehatan,peralatan teknologi yang digunakan semakin canggih.Salah satunya adalah CR(Computed Radiography),yang mana digunakan di bidang radiologi. Seiring berjalannya waktu, teknologi komputer terbaru telah berkembang di dunia, bahkan sudah semakin maju. Kita akan bersama-sama membahasnya pada salah satu cabang ilmu kedokteran, yaitu radiologi, ilmu yang mempelajari tentang radiasi, terutama di bidang radiodiagnostik dan radioterapi. Teknologi komputer terbaru yang dimasksud adalah CR (Computer Radiologi)

Pengertian
Pelopor teknologi komputer adalah John Von Neumann.Computed radiography adalah proses merubah system analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi . Pada sistem Computed Radiography data analog dikonversi ke dalam data digital pada saat tahap pembangkitan energi yang terperangkap di dalam Imaging Plate dengan menggunaklan laser, selanjutnya data digital berupa sinyal-sinyal ditangkap oleh Photo Multiplier Tube (PMT ) kemudian cahaya tersebut digandakan dan diperkuat intensitasnya setelah itu di ubah menjadi sinyal elektrik yang akan di konversi kedalam data digital oleh Analog Digital Converter (ADC).
Teknologi terbaru yang dapat memproses 8 kaset sekaligus dengan cepat dan dengan hasil yang baik. Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang tinggi, data-data digital yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko pengulangan foto.



Pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabung antara film radiografi dan screen, akan tetapi pada Komputer radiografi menggunakan imaging plate. Walaupun imaging plate secara fisik terlihat sama dengan screen konvensional tetapi memiliki fungsi yang sangat jauh berbeda, karena pada imaging plate berfungsi untuk menyimpan enersi sinar x kedalam photo stimulable phosphor dan menyampaikan informasi gambar itu ke dalam bentuk data digital.
CR imaging pelat (IP) mengandung fosfor penyimpanan photostimulable, yang menyimpan tingkat radiasi yang diterima di setiap titik pada energi elektron lokal. Ketika pelat diletakkan melalui scanner, sinar laser scanning menyebabkan elektron untuk bersantai ke tingkat energi yang lebih rendah, memancarkan cahaya yang dideteksi oleh tabung foto-pengganda, yang kemudian dikonversikan ke sinyal elektronik. Sinyal elektronik ini kemudian dikonversi menjadi diskrit (digital) nilai-nilai dan ditempatkan ke dalam peta prosesor gambar pixel.
Piring Imaging secara teoritis dapat digunakan ribuan kali jika ditangani dengan hati-hati. Teknologi CR (Computed Radiography) juga untuk pemrosesan hasil photo X-Ray/Röntgen. Teknologi CR ini langsung terhubung dengan Laboratory Information. System untuk keakuratan validitas data pasien.Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang tinggi, data-data digital yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko pengulangan foto.
Kegunaan CR
Alat ini digunakan untuk :
1. Pemeriksaan foto / Rontgen polos
2. (CR: Computerized Radiography): Alat untuk mengubah menjadi digital yang lebih jelas.
3. Pemeriksaan roentgen dan zat kontras:
a. Saluran pencernaan,
pemeriksaan yang dilakukan meliputi :
- OMD
- Followthroug
- Colon in loop
- rektografi
b. Saluran kencing,
pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
- BNO-IVP
- Cystography
- Ureterografi
- APG dan RPG
c. Pembuluh darah,
pemeriksaan yang dilakukan misalnya :
- Arteriografi
- Femoralis


Gambar CR : Computerized Radiology
Komponen-komponen yang terdapat pada Computed Radiography antara lain :

1. Kaset
Kaset pada Computed Radiography terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari almunium, kaset ini berfungsi sebagaii pelindung dari Imaging Plate.

2. Imaging Plate
Image Plate merupakan komponen utama pada sistem CR yang berfungsi menyimpan energi sinar x, imaging plate terbuat dari bahan Photostimulabel phosphor. Dengan menggunakan Imaging Plate memungkinkan proses gambar pada sistem komputer radiografi untuk melakukan berbagai modifikasi.

Proses yang terjadi pada Imaging Plate di mulai pada saat terkena penyinaran sinar-x , Imaging Plate akan menangkap energi dari sinar x kemudian disimpan oleh bahan phosphor yang akan dirubah menjadi data digital dengan Laser Scanner di dalam Image Reader. Setelah Imaging Plate melalui proses scanning, gambaran akan di tampilkan pada monitor komputer, sementara Imaging Plate masuk ke bagian data penghapusan (erasure) untuk dibersihkan sehingga dapat digunakan kembali untuk pasien yang lainnya.

Proses pembentukan gambar yang terjadi pada imaging plate melalui beberapa tahapan :


1). Exposure
Imaging plate merupakan lembaran yang dapat menangkap dan menyimpan bayangan laten, terdiri dari lapisan phosphor dan lapisan pendukung. Imaging plate biasanya digunakan dengan ditempatkan ke dalam kaset imaging plate setelah itu kita lakukan eksposi dengan menggunakan sinar x. Sinar x yang menembus obyek akan mengalami atenulasi sehingga enersi dari sinar x tersebur ditangkap oleh imaging plate dalam bentuk data digital.
.
Fungsi imaging plate sebagai penangkap gambar dari pasien yang dieksposi seperti pada film konvensional. Struktur Imaging Plate terdiri dari; Protective Layer,Phosphor Layer, Suporting Layer, Backing Layer,Bar Code Layer. Struktur Imaging Plate dapat dilihat
pada gambar 1.

Gambar 1 Struktur Plate Imaging

2). Stimulate
Stimulate Merupakan alat pengolah dari gambaran laten pada imaging plate menjadi data digital. Gambaran laten pada Imaging plate dibaca dengan laser scanner, setelah diubah menjadi data dapat diolah dengan bantuan komputer untuk memberikan data baik tentang pasien maupun segi teknis. Dengan image reader memungkinkan mendapatkan gambaran dalam waktu yang singkat, dibuat untuk mendapatkan image yang stabil dan berkualitas serta untuk meminimal radiasi yang dikeluarkan.
Bayanggan tersebut kemudian distimulasi dengan Photo Stimulable Phosphor (PSP) yang fungsinya untuk mengubah bayangan laten pada IP menjadi cahaya tampak.

3). Read (pembacaan)
Dengan menggunakan Photo Multiplier, cahaya tampak tersebut di tangkap dan digandakan serta diperkuat intensitasnya kemudian diubah menjadi sinyal elektrik. kemudian sinyal-sinyal ini direkonstruksikan menjadi sebuah gambaran yang dapat dilihat oleh layar monitor.

4). Erasure (penghapusan)
Setelah proses pembacaan seselai, data gambar pada imaging plate secara otomatis akan dihapus oleh Intense Light sehingga imaging plate dapat digunakan kembali.

CR Mamografi dengan New Layar
Cara mudah dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas gambar untuk ujian mamografi adalah untuk meningkatkan kaset CR dengan layar baru. Layar EHR-M3 baru untuk mamografi yang sistem pencitraan CR mencakup strategi ini. Layar baru, yang dikembangkan oleh Carestream Kesehatan, fitur pengurangan 20 persen dalam kebisingan, dan memberikan efisiensi kuantum detektor yang lebih tinggi (DQE) untuk kualitas gambar yang baik.
Hal ini dirancang untuk menggantikan layar sebelumnya digunakan dengan DIRECTVIEW CR Mamografi Sistem yang dilengkapi dengan fitur mamografi perusahaan.

EHR-M3 sekarang termasuk dalam kaset mamografi yang Carestream di kedua 18 cm 24 x (8 x 10 inci) dan 24 x 30 cm (10 x 12 inci) ukuran. Layar baru ini kompatibel dengan ribuan CR DIRECTVIEW ada 850/950/975 dan DIRECTVIEW Classic dan CR Elite sistem saat ini digunakan untuk aplikasi mamografi.


EHR-M3 CR Mamografi layar akan memberikan kualitas gambar secara keseluruhan baik untuk KODAK CR DirectView aplikasi Mamografi dibandingkan dengan layar mamografi EHR-M2 dan sebelumnya dengan dosis yang sama, atau lebih rendah,.
* Tinggi DQE dari layar EHR-M2.
* Noise berkurang 20 persen vs layar EHR-M2 sebelumnya.
* gratis dengan pengolahan gambar dua baru terlihat diperkenalkan di 4Q09, versi 5.2.00.40 atau yang lebih baru.
*sama atau sifat fisik yang lebih baik terhadap artefak.




KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan tentang CR di atas dapat di simpulkan, yaitu:
1. Teknologi terbaru yang dapat memproses 8 kaset sekaligus dengan cepat dan dengan hasil yang baik. Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang tinggi, data-data digital yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko pengulangan foto.
2. CR di gunakan untuk Pemeriksaan foto / Rontgen polos, Alat ini juga untuk mengubah menjadi digital yang lebih jelas dan Pemeriksaan roentgen dan zat kontras
3. Tahapan proses terbentuknya imaging plate yaitu exsposure, stimulute, read dan erasure
4. Perbedaan antara radiografi konvensional dengan CR yaitu pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabung antara film radiografi dan screen, akan tetapi pada Komputer radiografi menggunakan imaging plate.

SARAN
Sebaiknya memakai Computer Radiologi dibandingkan yang konvensional karena Computer Radiografi sangat bermanfaat untuk diagnosa sehingga untuk memeriksa berbagai objek tanpa perlu merusak di sekitarnya walaupun dari segi biaya CR terbilang cukup mahal dari konvensional

No comments:

Post a Comment