Laman

Wednesday, May 4, 2011

FistulogrAfi


Fistula
Adalah saluran tidak normal yang menghubungkan argan-organ bagian dalam tubuh yang secara normal tidak berhubungan, atau hubungan organ-organ bagian dalam dengan permukaan tubuh bagian luar.
Penyebab Fistula
Penyebab fistula : infeksi, trauma atau tindakan bedah medis oleh dokter (Medical Illustration Team, 2004).
Fistula yang disebabkan karena cacat bawaan atau kongenital sangat jarang ditemukan.
Daerah anorectal merupakan tempat yang paling sering ditemukannya abses dan fistula.
Tipe Fistula
Tipe fistula
Blind (buntu) : ujung dan pangkalnya hanya pada satu tempat, tetapi menghubungkan dua struktur
Complete (sempurna) : mempunyai ujung dan pangkal pada daerah internal dan eksternal
Horshoes (bentuk sepatu kuda) : menghubungkan anus dengan satu atau lebih titik pada permukaan kulit setelah melalui rektum

Macam fistula menurut tempatnya (Tresca, 2005 :
Fistula enterokolonik, yaitu fistula yang menghubungkan antara usus halus dengan usus besar
Fistula enterokutaneous, yaitu fistula yang menghubungkan antara usus halus dengan permukaan kulit
Fistula perianal, yaitu fistula yang menghubungkan antara anus dengan permukaan kulit
Fistula enterovesikular, yaitu fistula pada daerah kandung kemih
Fistulografi (1)
Pemeriksaan fistula tergantung dari lokasinya, dapat didiagnosa dengan beberapa macam pemeriksaan diagnostik yang sering dilakukan untuk pemeriksaan pada peradangan penyakit usus, seperti pemeriksaan dengan barium enema, colonoscopy, sigmoidoscopy, endoscopy dan dapat didiagnosa dengan pemeriksaan fistulografi.
Fistulografi (2)
Pengertian
Fistulografi adalah pemeriksaan radiologi pada fistula dengan menggunakan media kontras positif.
Persiapan Pasien
Fistulografi tidak memerlukan persiapan secara khusus, hanya pada daerah fistula terbebas dari benda-benda radioopaque yang dapat mengganggu radiograf (Bryan, 1979. Apabila pemeriksaan untuk fistula pada daerah abdomen maka saluran usus halus terbebas dari udara dan fekal material (Ballinger, 1995)
Fistulografi (3)
Persiapan Alat dan bahan
1) Pesawat sinar-X yang dilengkapi fluoroscopy
2) Film dan kaset sesuai kebutuhan
3) Marker R & L
4) Apron dan sarung tangan Pb
5) Cairan saflon
6) Peralatan steril : Duk steril, kateter, spuit ukuran 2– 20 ml,
korentang, gunting, hand scoen, kain kasa, jelli, abocath, duk
lobang
7) Alkohol, Batadine
8) Obat anti alergi
9) Media kontras, jenis water soluble

Teknik Pemeriksaan
Membuat foto pendahuluan sebelum MK dimasukkan ke dalam saluran fistula dengan proyeksi AP
Memasukan MK dengan kateter atau abocath melalui muara dari fistula biasanya diikuti dengan menggunakan fluoroskopi.
Lakukan pemotretan pada saat MK penuh saluran fistula. Hal ini dapat dilihat pada layar fluoroscopi dan ditandai dengan keluarnya MK melalui muara fistula (Ballinger, 1995). Jumlah MK yang dimasukkan tergantung seberapa luas fistula tersebut
Fistulografi (5)
Proyeksi AP
Proyeksi AP dilakukan sebelum dan sesusah pemasukan MK kedalam saluran fistula
Pasien supine diatas meja pemeriksaan. Kedua tangan diatas dada dan kedua kaki lurus. Pelvis diataur simetris terhadap meja pemeriksaan. Kedua kaki diendorotasi 15° -20° kecuali ada fraktur atau dislokasi hip joint.
CR vertikal tegak lurus kaset. CP pada pertengahan kedua SIAS. FFD 100 cm dan ekspose pada saat pasien diam
Kriteria : tampak pelvis tidak rotasi, daerah proksimal femur, trokhanter mayor dan minor, sakrum dan kogsigis segaris dengan simpisis pubis, foramen obturatorium simetris, kedua spina iliaka sejajar

Proyeksi AP
Selanjutnya dilakukan pemasukan MK yang diikuti dengan menggunakan fluoroskopi. Kemudian dilakukan pemotretan pada saat bahan kontras diinjeksikan melalui muara fistula
Fistulografi (7)
Proyeksi Lateral
Pasien tidur miring disalah satu sisi yang akan difoto, kedua lengan ditekuk keatas untuk bantalan kepala. MSP sejajar meja pemeriksaan dan bidang axial dipertengahan meja pemeriksaan.
CR vertikal tegak lurus kaset. CP pada daerah perianal kira-kita MAL setinggi 2-3 inchi diatas simpisis pubis. FFD 90 cm dan ekspos pada saat pasien diam
Kriteria : tampak pelvis dan daerah proksimal femur, sakrum dan kogsigis, bagian belakang ischium dan illium saling superposisi, lingkar fossa yang besar berjarak sama dari lingkar fossa yang kecil
Fistulografi (8)
Fistulografi (9)
Proyeksi Oblik
Pasien prone kemudian dirotasikan kesalah satu sisi yang diperiksa untuk menunjukkan letak fistula ± 45°. Lengan yang dekat dengan film diatur dibawah kepala untuk bantalan sedangkan yang lain menyilang didepan tubuh. Kaki yang dekat dengan film menempel meja pemeriksaan, kaki yang lain ditekuk untuk menopang tubuh. Pelvis diatur 45° terhadap meja pemeriksaan.
CR vertikal tegak lurus kaset. CP pada daerah perianal kira-kita MAL setinggi 2-3 inchi diatas simpisis pubis. FFD 90 cm dan ekspos pada saat pasien diam
Kriteria : tampak hip joint dan femur superposisi, kedua iliaka tidak berjarak sama, tampak foramen obturatorium tidak simetris, sakrum dan kogsigis tidak segaris dengan simpisis pubis

Proyeksi Chassard-Lapine Method
Pasien duduk diatas meja pemeriksaan. Kedua tangan lurus kebawah menggenggam lutut. Pasien membungkukkan punggung semaksimal mungkin sampai simpisis pubis menyentuh meja pemeriksaan. Sudut yang dibentuk antara pelvis dengan sumbu vertikal ± 45°.
CR vertikal tegak lurus kaset. CP melalui lumbosakral menembus trokhanter mayor. FFD 90 cm dan ekspos pada saat pasiem diam.
Kriteria : tampak kaput femur, asetabulum, keseluruhan pelvis sampai bagian proksimal dari femur, pelvis tidak mengalami rotasi, kedua trokhanter mayor berjarak sama dari pertengahan kaset atau sakrum
Fistulografi (13)
Proyeksi Taylor
Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan kedua tangan diletakkan diatas dada dan kedua kaki lurus. Pelvis diatur sehingga tepat AP. Kedua krista iliaka kanan dan kiri berjarak sama terhadap meja pemeriksaan dan MSP berada dipertengahan meja pemeriksaan.
CR menyudut 30° chepalad. CP pada 2 inchi di bawah batas atas dari simpisis pubis. FFD 90 cm dan ekspos pada saat diam.
Kriteria : tampak tulang pubis dan iskhium mengalami magnifikasi, tampak tulang pubis superposisi dengan sakrum dan kogsigis, tampak foramen obturatorium simetris, tampak tulang pubis dan ischium dekat dengan film dan tampak hip joint.





1 comment:

  1. terimakasih ya,berkat kamu tugas sya terselesaikan
    saya kuliah di bagian RADIOGRAFER lo,D3 di medan
    terimakasih ya atas fistulografi nya

    ReplyDelete