Laman

Saturday, May 7, 2011

RIWAYAT PENYAKIT( Natural History of Disease )

Tahapan Riwayat Penyakit :
1. Tahap Prepatogenosa
Daya tahan tubuh menurun
2. Tahap Inkubasi
Kuman masuk dalam tubuh tapi belum menular
3. Tahap Penyakit Dini
Penyakit sudah menyebar tapi belum parah
4. Tahap penyakit Lanjut
Penyakit sudah parah
5. Tahap Akhir Penyakit :
- sembuh total
- sembuh cacat
- karier ( pembawa )
- Kronis
- Meninggal dunia

Sifat Bibit Penyakit :
a. Patogenisti : (b + c + d) / (a + b + c + d)
b. Virulensi : (c + d )/ (b + c + d)
c. Case Fatality = (d) / (b + c + d )
a = jumlah pasien tanpa gejala
b = jumlah penyakit dini
c = jumlah penyakit lanjutan
d = jumlah meninggal dunia
Terjadinya Infeksi :
1. Sumber
2. Perjalanan mikroorganisme
3. Cara masuk/penularan penyakit

Sumber Infeksi/penyakit :
Penderita : GO
Karier ( manusia ): hepatitis
Geografi : tetanus
Vektor : nyamuk à DHF
Zoonosis : Antrax
Penyakit karier : dari orang yang membawa kuman contoh TBC,Hepatitis, HIV, Muntaber
Vektor : sumber langsung dari penderita, dibantu oleh perantara cont: nyamuk
Zoonosis : serangan pada organ tertentu dgn cara memakan bibit penyakit tsb

Perjalanan mikroorganisme :
Udara
Makanan
Luka dan kelenjar
Gigitan serangga/hewan
Conjungtiva
Placenta

Cara masuk/proses penularan penyakit
Langsung : batuk, sex, kontak kulit, luka
Tidak langsung : udara, makanan, benda, vektor
Transmisi melalui vektor dapat terjadi secara:
a. Mekanis : lalat
b. Biologis : nyamuk

Proses Perunutan bibit penyakit ada 2 cara :
Data kuantitatif : jumlah orang yang sakit
Data kualitatif :
- Diskusi kelompok terarah
- Wawancara mendalam

Survei penyakit :
1. Survei Insiden Penyakit :
data yang dikumpulkan adalah penyakit yang bersifat kasus baru
2. Survei Prevalen Penyakit :
data yang dikumpulkan adalah semua peristiwa penyakit ( lama + baru )
Lebih menggambarkan keadaan kesmas
Data insiden penyakit baru lebih baik memakai data sekunder
Data prevalen lebih baik memakai data primer langsung kepada penderita yang sedang sakit/telah lama sakit

Bentuk penyajian data :
1. Tekstular : penyajian dalam bentuk kalimat biasa untuk data kualitatif
2. Tabel : data sudah diklasifikasikan dan ditabulasi, penyajian secara sistematis dari data numerik yang tersusun baris dan kolom
3. Grafik : data yang ditampilkan secara visual untuk perbandingan secara kuantitatif

1.Tekstular
Kelebihan : lebih bisa dijelaskan data kualitatif
Kekurangan : kekurangan data tidak bisa diukur dan dibandingkan
2. Tabel
Kelebihan :
-bisa memuat data semuanya
- Menyajikan data secara lengkap
Kekurangannya:
Lebih sulit dalam mengambil kesimpulan data yang lengkap
3. Grafik :
Kelebihan : mudah dibaca
Kekurangan :
Datanya kurang lengkap, karena hanya bisa dalam mengambil kesimpulan

Bentuk Tabel :
1. Tabel Umum
- Master tabel
- Register (catatan kasus)
a. Data asli, rujukan tabel khusus
b. Sumber keterangan dari data asli
Ciri-cirinya :
- Berisi banyak keterangan ttg suatu subyek
- Berisi angka absolut/kuantitatif
- Mudah untuk rujukan

2. Tabel Khusus : penjabaran/bagian dari tabel umum
- Angka yang sudah dibulatkan
- Isi hanya beberapa variabel saja
Manfaat :
-menggambarkan hubungan/asosiasi
-menyajikan data terpilih dalam bentuk sederhana

Modifikasi Visual Data :
Grafik atau diagram garis dan kurva
Diagram bar ( Bar diagram ) / Diagram balok
Diagram area ( Pie diagram )
Piktogram ( gambar )
Histogram dan Frekuensi poligon

Screening ( Penyaringan Kasus )
Pengertian :
- Penemuan penyakit secara aktif
- Pada orang yang tanpa gejala dan nampaknya sehat

Proses Screening :
Test terbagi 3 golongan :
- Test negatif = tidak sakit
- Test positif = diagnostik tidak sakit
- Test positif = diagnostik sakitProsedur diagnostik = memisahkan kelompok masyarakat sakit dan tidak sakit oleh dokter
- Screening biasanay pada penyakit kronis, cacing, hipertensi dan TBC

Tujuannya :
Menemukan penyakit secara dini
Mencegah meluasnya penyakit
Mendidik masyarakat/petugas kesehatan

Kriteria Screening :
1. Penyakit merupakan masalah kesehatan yang berarti
2. Tersedia pengobatan
3. Adanya fasilitas dan biaya
4. Durasi dan penyakit lama

Langkah Screening :
1. Menetapkan masalah kesehatan yang ingin diketahui
2. Menetapkan cara pengumpulan data
3. Menetapkan kelompok masayarakat yang akan dikumpulkan datanya
4. Melakukan penyaringan
5. Mempertajam penyaringan
6. Tahap penyususnan laporan dan tindak lanjut

Akurasi screening ( dapat dipercaya tergantung pada
Reliabilitas
Validitas
Yield

Reliabilitas
Reliabilitas adalah kemampuan suatu alat/metoda test untuk memberikan hasil yang sama ( konsisten ), bila test diterapkan lebih dari 1 x pada objek yang sama, pada kondisi yang sama pula

Faktor2 yang mempengaruhi :
Variasi dari cara screening
-stabilitas alat test
- fluktuasi dari objek
Kesalahan/ perbedaan pengamatan
-pengamat yang sama dan beda

Meningkatkan nilai reliabilitas :
Standarisasi cara screening
Pemantapan kemapuan
Kecermatan pengamatan

Validitas
Validitas adalah kemapuan dari test penyaringan utk memisahkan yang betul-betul sakit dari yang benar2 sehat
Ditentukan melalui pemeriksaan utk diagnosa pasti sesudah test penyaringan :
Komponennya :
1. Sensitivitas : kemampuan dari test untuk menyatakan sakit diantara yang benar2 sakit
2. Spesifitas : kemampuan dari test untuk menyatakan tidak sakit diantara benar2 tidak sakit
Contoh : Penilaian validitas :
suatu jumlah kasus yang sebelumnya tidak diketahui, sekarang menjadi diketahui
Yield
Yield : hasil dari screening
Suatu jumlah kasus yg sebelumnya tidak diketahui, sekarang menjadi diketahui
Dipengaruhi oleh :
-Sensitivitas test
Makin rendah sensitivitas, makin sedikit kasus yang terdeteksi a
-Prevalen penyakit tidak dikenal
Makin tinggi prevalen penyakit tidak dikenal, maka tinggi “yield screening”
-Penemuan kasus terdahulu
Makin banyak kasus yg sudah ditemukan dan diobati maka yield screening yg sekarang akan berkurang

Sikap penduduk
-makin banyak kasus yang sudah ditemukan dan diobati maka yield screening yang sekarang akan berkurang
- prevalen penyakit yang discreening rendah
test akan banyak false positif pada populasi dengan prevalensi penyakit rendah, dilakukan pada populasi yang beresiko tinggi

No comments:

Post a Comment