Laman

Tuesday, May 10, 2011

Teknik Pemeriksaan CT-Scan Mastoid

A. Pengertian  
CT Mastoid merupakan pemeriksaan radiologi guna mendapatkan gambaran cross sectional anatomi bagian mastoid.

B. Persiapan alat dan bahan 
  • Unit pesawat CT-Scan 
    • Karakteristik pesawat CT-Scan yang digunakan 
    • Waktu Scan : 0,8 – 1,5 
    • Arus tabung : 60 – 300 mA 
  • Selimut 
  • Head clem 
  • Oksigen 

C. Persiapan pasien 
Tidak ada persiapan khusus bagi pasien,hanya saja assesoris di daerah kepala (gigi palsu, anting, penjepit rambut dan lain-lain) yang menempel pada obyek disingkirkan agar tidak menimbulkan bayangan artefact.Kemudian pasien dan atau keluarga pasien diberi penerangan mengenai tujuan dan prosedur pemerikssaan sampai dengan memahami manfaat dan resiko pemeriksaan yang akan dilakukan .Apabila memungkinkan pasien diingatkan tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pemeriksaan berlangsung (bergerak).
D. Teknik Pemeriksaan 
Potongan Axial 
  1. Posisi pasien : Pasien tidur supine diatas meja pemeriksaan dengan kepala diatur sedemikian rupa sehingga simetris berada pada pertengahan gantry. 
  2. Posisi objek : Kepala hiper extensi dan diletakkan pada head holder. Kepala diposisikan sehingga mid sagital plane tubuh sejajar dengan lampu indicator longitudinal dan interpapillary line sejajar dengan lampu indicator horisontal. Lengan pasien diletakan diatas perut atau di samping tubuh. Untuk mengurangi pergerakan dahi dan tubuh pasien sebaiknya difiksasi bengan sabuk khusus pada head holder dan meja pemeriksaan.(Nesseth,2000) 
  3. Masukkan data-data pasien dengan memilih protocol pemeriksaan InnerEarSeq.Insert posisi pasien HeadFirst supine pada registrasi pasien di komputer kemudian dilanjutkan dengan membuat topogram pada daerah kepala. 
  4. Buat garis potongan axial dengan batas bawah cranii sampai dengan vertex. 
Gambar Potongan Axial 
Potongan Coranal
  1. Posisi pasien : Pasien tidur prone diatas meja pemeriksaan dengan kepala diatur sedemikian rupa sehingga simetris berada pada pertengahan gantry. 
  2. Posisi objek :Kepala hiper extensi dan diletakkan pada head holder. Kepala diposisikan sehingga mid sagital plane tubuh sejajar dengan lampu indicator longitudinal dan interpapillary line sejajar dengan lampu indicator horisontal. Lengan pasien diletakan diatas perut atau di samping tubuh. Untuk mengurangi pergerakan dahi dan tubuh pasien sebaiknya difiksasi bengan sabuk khusus pada head holder dan meja pemeriksaan. .(Nesseth,2000) 
  3. Masukkan data-data pasien dengan memilih protocol pemeriksaan Inner Ear Seq Insert, posisi pasien HeadFirst supine pada registrasi pasien di komputer kemudian dilanjutkan dengan membuat topogram pada daerah kepala. 
  4. Buat garis potongan coronal dengan batas bawah cranii sampai dengan vertex.
Gambar Potongan Coronal

No comments:

Post a Comment