Laman

Selasa, 10 Mei 2011

Teknik Pemeriksaan CT-Scan Sinus Paranasal

A. Pengertian

Teknik pemeriksaan CT-Scan SPN merupakan pemeriksaan radiologi untuk mendapatkan gambaran irisan dari sinus paranasal baik secara aksial maupun coronal. CT-Scan SPN memberikan tampilan yang memuaskan atas sinus dan dapat menilai opasitas, penyebab, dan jenis kelainan dari sinus. CT-Scan SPN baik dalam memperlihatkan dekstruksi tulang dan mempunyai peranan penting dalam perencanaan terapi serta menilai respon terhadap radioterapi. Hal-hal tersebut merupakan kelebihan CT-Scan SPN dibandingkan dengan foto polos SPN biasa (Amstrong, 1989). 
B. Indikasi Pemeriksaan 
  • Sespect mass, lesi atau tumor (Bontrager, 2001)
  • Infeksi atau alergi 
    • Udara dalam sinus digantikan oleh cairan/ mukosa yang menebal hebat atau kombinasi keduanya (Amstrong, 1989). 
  • Mukokel
    • Merupakan sinus yang mengalami obstruksi. CT-Scan SPN jelas memperlihatkan ukuran dan luas mukokel (Amstrong, 1989).
  • Karsinoma sinus atau rongga hidung
    • CT-Scan SPN baik dalam menampakkan dekstruksi tulang akibat tumor, luas dan invasi tumor (Amstrong, 1989).
C. Prosedur Pemeriksaan CT-Scan SPN
a. Persiapan Pasien ( Seeram, 2001 )
Persiapan pasien untuk pemeriksaan CT-Scan SPN adalah sebagai berikut :
  1. Semua benda metalik harus disingkirkan dari daerah yang diperiksa, termasuk anting, kalung, dan jepit rambut.
  2. Pasien harus diinstruksikan agar mengosongkan vesika urinarianya sebelum pemeriksaan dilakukan, karena jika menggunakan media kontras intra vena menyebabkan vesika urinaria cepat terisi penuh sehingga pemeriksaan tidak akan terganggu oleh jeda waktu ke kamar kecil. 
  3. Jika menggunakan media kontras, alasan penggunaannya harus dijelaskan kepada pasien. 
  4. Komunikasikan kepada pasien tentang prosedur pemeriksaan sejelas-jelasnya (inform consern) agar pasien nyaman dan mengurangi pergerakan sehingga dihasilkan kualitas gambar yang baik.
b. Persiapan Alat dan Bahan Alat dan bahan untuk pemeriksaan CT-Scan SPN dengan kasus mass misalnya, antara lain : 
  • Pesawat CT-Scan
  • Alat-alat fiksasi kepala
c. Teknik Pemeriksaan
Pemeriksaan CT-Scan SPN dengan kasus mass menggunakan dua jenis potongan , yaitu potongan axial dan potongan coronal. ( Ballinger, 1995 )
1. Potongan Axial
  • Posisi pasien : pasien berbaring supine di atas meja pemeriksaan. Kedua lengan di samping tubuh, kaki lurus ke bawah dan kepala berada di atas headrest (bantalan kepala ). Posisi pasien diatur senyaman mungkin. b) Posisi objek : kepala diletakkan tepat di terowongan gantry, mid sagital plane segaris tengah meja. Mid axial kepala tepat pada sumber terowongan gantry (Weisberg, 1984).
2. Potongan Coronal  
Potongan coronal merupakan teknik khusus. 
  • Posisi pasien : pasien berbaring prone di atas meja pemeriksaan dengan bahu diganjal bantal. Kepala digerakkan ke belakang (hiperekstensi) sebisa mungkin dengan membidik menuju vertikal. Gantry sejajar dengan tulang-tulang wajah. 
  • Posisi objek : kepala tegak atau digerakkan ke belakang (hiperekstensi) sebisa mungkin dan diberi alat fiksasi agar tidak bergerak (Lowge, 1989).
d. Scan Parameter  
  • Scanogram : cranium lateral
  • Slice thickness 
    • axial : 5 mm 
    • coronal : 3 mm ( Seeram, 2001 ) 
  • Anatomi Coverage 
    • axial : 5 mm di bawah sinus maksilaris sampai sinus frontalis 
    • coronal : 5 mm posterior sinus sphenoideus sampai sinus frontalis ( Ballinger, 1995 ) 
  • Standar algorithma 
    • axial : algorithma tulang 
    • coronal : algorithma standar 
  • kV : 130
  • mAs : 60 ( Seeram, 2001) 
Gambar yang dihasilkan dalam pemeriksaan CT-Scan sinus paranasal adalah sebagai berikut ( Kelley dkk, 1997 ) :
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar