Laman

Friday, June 10, 2011

ANALISIS PENGARUH GRID TERHADAP PENYIMPANGAN BENTUK DAN UKURAN OBJEK (DISTORSI)

1

SKRIPSI
Disusun sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Diponegoro
Diajukan oleh:
Ira Sandi Tunny
J2 D3 08 004
PROGRAM LINTAS JALUR S-1 FISIKA MEDIK
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2010
2
ABSTRACT
It had been done research about analyze of the grid impact into a distortion of the for,
and measure of the object in the Laboratorium Faculty of Radio diagnostic and Radiotherapy
PoltekKes Semarang.
To get the result of analize of the gridimpact into a distortion of the form and measure of
the object, we had measuring the comparation between the dimension of the concrete object and
the dimension of radiography, and also the object with and without grid. Two object used in this
research. First we have an object with 20 cm long, height and wide. And the second with 20 cm
long, 20 cm wide and 10 cm height.
The result we’ve got, there are structural change between radiograph within grid. But the
grid-less radiograph are not changed. In the grid-less radiograph, there are shape distortion
into un-symmetrical cubical which it is from symmetric cube. And also, there are change in the
size of the texture into a bigger one.
Keyword : Grid, scattred radioation, tube current, distortion
INTISARI
Telah dilakukan penelitian tentang Analisa Pengaruh Grid Terhadap Penyimpangan
Bentuk dan Ukuran Objek atau Distorsi di Laboratorium PoltekKes Jurusan teknik
Radiodiagnostiik dan radioterapi Semarang.
Untuk mengetahui Analisa Pengaruh Grid Terhadap Penyimpangan Bentuk dan Ukuran
Objek atau Distorsi, dilakukan dengan mengukur perbandingan antara besar ukuran objek
sebenarnya dan besar ukuran radiografi yang memakai maupun tidak memakai grid. Ada dua
objek yang digunakan pada penelitian ini, objek pertama mempunyai panjang 20 cm, lebar 20
cm, dan tinggi 10 cm. sedangkan objek kedua mempunyai panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan
tinggi 20 cm.
Hasil pengukuran yang didapat, ada perubahan bentuk atau ukuran antara radiografi yang
memakai grid dan radiografi yang tidak memakai grid. Pada radiografi yang tidak memakai grid,
terjadi perubahan bentuk menjadi jajaran genjang dari bentuk semula yaitu kubus. Dan pada
radiograf yang tidak memakai grid terjadi perubahan ukuran yang lebih besar dari bentuk
aslinya.
Kata Kunci : Grid, radiasi hambur, arus tabung, distorsi
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia kedokteran diperlukan bidang-bidang penunjang pemeriksaan untuk
membantu menegakan diagnosa suatu penyakit, salah satunya adalah bidang radiologi yang
membantu menegakkan diagnosa suatu penyakit dengan memanfaatkan sinar-x yang hasilnya
berupa radiograf. Oleh karena itu diperlukan radiograf yang dapat memberi informasi
semaksimal mungkin, tanpa harus melakukan pengulangan foto yang dapat menambah dosis
yang diterima pasien.
Untuk dapat menghasilkan radiograf yang memberikan informasi semaksimal
mungkin diperlukan radiograf yang optimal. Kualitas radiograf meliputi densitas, kontras,
ketajaman dan distorsi. Karena itu perlu dilakukan usaha-usaha untuk menekan faktor-faktor
yang dapat menurunkan kualitas radiograf. Salah satu penyebab yang dapat menurunkan
kualitas radiografi adalah radiasi hambur. Untuk mengurangi radiasi hambur sinar-x yang
sampai ke film adalah dengan menggunakan grid (Bushong, 2001).
Grid adalah suatu alat bantu pemeriksaan yang terdiri dari lempengan garis-gari logam
yang bernomor atom tinggi (biasanya timbal) yang disusun berjajar satu sama lain dan
dipisahkan oleh bahan penyekat atau interspace material yang dapat ditembus sinar-x.
Pemanfaatan grid ini terutama digunakan pada organ-organ manusia yang memiliki nomor
atom tinggi. Grid berfungsi untuk menyerap radiasi hambur yang tidak searah yang berasal
dari objek yang dieksposi (Meredith dkk, 1977).
Menurut Carlton (2000) dengan menggunakan grid untuk mendapatkan densitas yang
sama dibutuhkan jumlah sinar yang lebih besar dibanding dengan tanpa menggunakan grid,
tetapi kontras radiografi yang didapat lebih baik.
4
1.2 Perumusan Masalah
Dari uraian tersebut penulis ingin membahas seberapa besar pengaruh grid terhadap
penyimpangan bayangan yang berupa penyimpangan bentuk dan ukuran objek dari keadaan
yang sebenarnya atau distorsi.
1.3 Batasan Masalah
Pada penelitian analisa pengaruh grid terhadap penyimpangan bentuk dan ukuran
objek atau distorsi dibatasi pada perbandingan ukuran objek antara radiograf yang memakai
grid dan radiograf yang tidak memakai grid dengan objek sebenarnya. Penelitian ini
menggunakan :
Objek : Phantom air yang diisi pada wadah akrilik berukuran 20 x 20
x 10 cm dan 20 x 20 x 20 cm.
Jenis Grid : Grid Fokus
Tegangan Tabung : 70 kV
Arus Tabung : 5 mAs, 10 mAs, 15 mAs, 20 mAs
FFD : 90 cm
Luas Lapangan : 35 x 35 cm
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan
grid terhadap penyimpangan bayangan yang berupa penyimpangan bentuk dan ukuran objek
dari keadaan yang sebenarnya atau distorsi.
1.5 Manfaat Penelitian
Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan grid terhadap
distorsi, sehingga dapat ditentukan langkah-langkah pencegahannya. Dengan demikian
setiap penyinaran yang dilakukan dapat menghasilkan radiograf yang berkualitas tinggi
5
DAFTAR PUSTAKA
Akhadi, M.2000, Dasar-Dasar Proteksi Radiasi, PT Rineka Cipta, Jakarta.
Beiser, A, 1995, Konsep Fisika Moderen, Terjemahan The Heuw Liong Edisi Mahasiswa,
Erlangga, Jakarta.
Bushong, S.C, 1988, Radiologic Science For Technologists Physics, Biology and Protection, 3rd
Edition, Mosby Company, St Louis, Missiori.
Bushong, S.C, 2001, Radiologic Science For Technologists, Seventh Edition, Mosby Company,
Toronto.
Carlton, Richard R. 2001. Principles of Radioghraphic Imaging an Quality Control. 3rd Edition.
Harles, C. Thomas Publisher. Spring Field. Illionis USA.
Cember, H, 1983, Pengantar Fisika Kesehatan, Edisi 2 Terjemahan Ahmad Toekiman, IKIP
Pres, Semarang.
Curry III, T.S, Duwdey,J.E, Murry,J.R,1984, Cristien’s Physycs Of Diagnostics Radiology 3rd
Edition, Lea and Febiger, Philadelphia.
Hoxter, E.A, 1973, Teknik Memotret Rontgen, di-Indonesia-kan S.Sambu P, Erlangga, Jakarta.
Krane, E.A, 1973, Teknik Memotret Rontgen, Terjemahan S.Sambu P, Erlangga, Jakarta.
Meredith, W.J. dan Massey, J.B, 1977, Fundamental Physics of Radiology, Bristol, John Wright
and So ns Ltd.
Rasad. S. Kartoleksuro S, Ekayuda I. 1990. Radiologi Diagnostik. Bagian Radiologi FKUI
RSCM. Jakarta

1 comment:

  1. Bos saya calon d3 atro makssar, saya butuh bantuan bos dengan judul kti saya,sampe sekarang blum dpt judul, bisakah bantu saya bos

    ReplyDelete