Laman

Friday, June 10, 2011

EFEK RADIASI TERHADAP TUBUH MANUSIA

Sel sebagai bagian biologik terkecil, yg dpt menjalankan fungsi hidup secara lengkap
dan sempurna, seperti :
ë  metabolisme ( pergerakan, pernafasan, pertumbuhan dan peka thd rangsang )
ë  pembiakan
Sel pd umumnya terdiri dr bagian inti ( nukleus ),sitolplasma, dan membran sel. Dlm sitoplasma terdapat :
1.ribosom yang berguna sbg tempat sintesa protein 
2.mitokhondria yg berguna tempat respirasi sel
3.membran sel yg bertugas lalu lintas makanan dari luar ke dalam sel dan bahan sampah dari dalam ke luar sel.
Bagian terpenting dari sel adalah inti sel, inti sel berperan mengendalikan pembelahan sel.

Di dalam inti sel terdapat benang-benang  kromosom, yang membawa material genetik ADN  (asam deoxyribo nukleat).Asam nukleat yang lain  adalah ARN (asam ribo nukleat) terdapat di  seluruh bagian sel .  Asam nukleat terdiri atas gabungan basa, gula  dan fosfat. Molekul gula bisa berupa ribosa atau  deoksi ribosa, sedang basa nitrogen yang terikat  pada molekul gula terdiri dari 3 macam yaitu basa  adenin, guanin, atau timin.
Dilihat dari proses berlangsungnya, ada 2 jenis penyinaran terhadap jaringan tubuh, yaitu :
1. Penyinaran dalam waktu singkat ( akut ), yg pd umumnya terjadi krn kecelakaan.Penyinaran ini melibatkan radiasi dosis tinggi, dapat menimbulkan efek biologi seketika, yaitu efek yang kemunculannya kurang dari satu tahun sejak terjadinya penyinaran.
2. Penyinaran oleh dosis radiasi rendah namun berlangsung terus menerus ( kronik).penyinaran jenis ini tdk segera menampakkan efeknya, shg efek nya di sebut efek tertunda.Efek ini dpt muncul setelah beberapa tahun bahkan puluhan tahun dari saat terjadi penyinaran. 

Interaksi radiasi dengan material biologi
Meliputi :
1. Interaksi langsung
interaksi antara radiasi molekul organik (enzim,ADN, ARN), ionisasi dan eksitasi pd molekul yang akan menimbulkan  gangguan atau perubahan pd fungsi sel atau bahkan  kematian sel.
2. Interaksi tdk langsung
interaksi radiasi dgn medium air, efeknya akan mengenai  molekul organik.Diawali dengan proses fisik dan di akhiri dengan proses biologik.
Tahap –tahap interaksi tidak langsung :
1. Tahap fisik
2. Tahap fisiokimia
3. Tahap kimia biologi
4. Tahap biologi

1.        Tahap fisik, berupa absorbsi energi pengion yg menyebabkan terjadinya eksitasi dan ionisasi pada molekul atau atom penyusun bahan biologi, berlangsung selama 10-16 detik. Karena 70 % tubuh manusia air, maka ionisasi awal yang terjadi adalah terurainya molekul air menjadi ion positif H2O+ dan e- sebagai ion negatif.
Prosesnya :
      H2O + radiasi pengion        =  H2O+ + e-     
 2. Tahap fisiokimia
dimana atom atau molekul yang tereksitasi atau terionisasi mengalami reaksi- reaksi sehingga terbentuk radikal bebas yang tidak stabil.Berlangsung 10-6 detik.Ion-ion yang terbentuk pada tahap pertama interaksi akan menghasilkan macam-macam produk, di antaranya radikal bebas yang sangat reaksif dan toksik melalui hidrolisis air, yaitu OH* dan H* .
Reaksinya : H2O+              = H+  + OH*
                  H2O + e-          =   H2O-
                     H2O-         =  OH- + H*
Radikal bebas oH* dapat membentuk peroksida ( H2O2) yang bersifat oksidator kuat melalui reaksi sbg berikut :
     OH* + OH*         =H2O2
3. Tahap kimia dan biologi
Yang berlangsung dalam beberapa detik dan ditandai dengan terjadinya reaksi antara radikal bebas dan peroksida dengan molekul organik sel serta inti sel yg terdiri atas kromosom-kromosom.Reaksi ini akan menyebabkan tjd kerusakan thd molekul dlm sel.Jenis kerusakan tergantung pada jenis molekul yg bereaksi.

4. Tahap biologik
Ditandai dgn terjadinya tanggapan biologik yg bervariasi tergantung pada molekul penting mana yang bereaksi dgn radikal bebas dan peroksida pada tahap ke tiga.Proses ini dapat berlangsung dalam orde beberapa puluh menit hingga puluhan tahun, tergantung pada tingkat kerusakan sel yg terjadi.

Komisi Internasional utk Perlindungan Radiasi (ICRP) membagi efek radiasi pengion terhadap tubuh manusia mjd 2, yaitu:
*      Efek stokastik, yaitu efek yg kemunculannya pd individu tdk bisa di pastikan tp tingakt kebolehjadian munculnya pada individu tdk bisa di perkirakan.
*      Efek deterministik, yaitu efek yang pasti muncul apabila jaringan tubuh manusia terkena paparan radiasi pengion dgn radiasi tertentu.
Efek somatik bersifat stokastik dan deterministik, sedang efek genetik bersifat stokastik.

EFEK STOKASTIK
Berkaitan dengan :
*      Paparan radiasi dosis rendah (0,25 – 1000 μSv)
*      Tidak dikenal adanya dosis ambang
*      Pemunculan efek stokastik berlangsung lama setelah penyinaran
*      Tidak ada penyembuhan spontan
Semakin tinggi dosis yang diterima maka frekuensi
terjadinya efek stokastik semakin besar pula

EFEK DETERMINISTIK
Berkaitan dengan :
*      Paparan radiasi dosis tinggi
*      Kemunculan efek dpt langsung di lihat atau di rasakan oleh individu
*      Efek dapat muncul seketika atau beberapa waktu setelah penyinaran
*      Mengenal adanya dosis ambang
Contoh efek deterministik adalah errythema kulit/kemerahan pd kulit krn paparan radiasi sebesar 3000 – 6000 mSv, atau kerontokan rambut krn paparan radiasi sebesar 6000 – 12000 mSv

Kemunculan efek deterministik dicirikan sebagai hubungan sebab akibat yang bersifat pasti antara dosis yang diterima dgn efek yg di timbulkan.Kemunculannya di tandai dgn munculnya keluhan, baik umum maupun lokal.Keluhan umum yg muncul : nafsu makan berkurang, mual, lesu, lemah, demam.Keluhan khusus yg muncul: nyeri perut, rambut rontok.
Setiap dosis berapapun kecilnya akan menyebabkan terjadinya proses kelainan,tanpa memeperhatikan panjang waktu pemberian dosis. Sehingga utk keperluan keselamatan radiasi maka perlu ditetapkan dosis ambang atau nilai batas dosis( NBD).Dosis radiasi yang diterima oleh seseorang dalam menjalankan suatu kegiatan tidak boleh melebihi nilai batas dosis yang di tetapkan oleh instansi yang berwenang.  
ICRP mendefinisikan dosis maksimum yg diizinkan diterima seseorang :
Dosis maksimum : dosis yang diterima dlm jangka waktu tertentu atau dosis yang berasal dari penyinaran intensif seketika, yang menurut pengetahuan sekarang memberikan kemungkinan yang dapat di abaikan tentang terjadinya cacat somatik gawat atau genetik.

Ada 3 prinsip dasar proteksi radiasi :
  1. Pengaturan Waktu, semakin lama seorang berada pada medan radiasi, semakain besar pula radiasi yg diterima
  2. Pengaturan Jarak, berhubungan dengan rumus Inverse Square Law, semakin jauh dari medan radiasi, semakin kecil radiasi yg di diterima
  3. Penggunaan perisai, semakin tebal penggunaan perisai dgn kerapatan nomor atom perisai yg tinggi, maka semakin sedikit radiasi di balik perisai.

No comments:

Post a Comment