Laman

Sabtu, 11 Juni 2011

Etika Profesi & Pemberdayaan Profesi Radiografer


  1. Aspek Legal
  2. Aspek Pelayanan
  3. Aspek Kesejahteraan

ASPEK LEGAL
u Individu Radiografer
n  UU No. 44 / 2009 ttg Rumah Sakit
n  PP. No.32/1996 tentang Tenaga Kesehatan
n  Kepres No.87/1999 tentang Rumpun Jab. Fung PNS        
n  KepMen PAN No.133/2002 tentang Jab.Fung Radiografer
n  KepMenKes No. 375 Tahun 2007 Tentang Standar Profesi Radiografer
n  Keputusan  Menteri Kesehatan   Republik Indonesia No. 357/MENKES/PER/V/2006 Tentang Registrasi dan Ijin Kerja Radiografer
u Profesi Radiografer (PARI)
n  Akta Notaris Pendirian Perhimpunan Radiografer Indonesia NO.36 TANGGAL 19-03-2008
n  NPWP : 02.752.140.0-064.000
n  Ijin Domisili No. 365/1.824.5/08 tanggal 7 April 2008
n  Kepmen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-81.AH.01.06. Tahun 2008 tanggal 20 Agustus 2008 tentang Pengesahan Perhimpunan
n  Lembar Negara no. SK 109/PARPUS/X/2008 tentang Sistem Kredit Penilaian Kegiatan PARI (Peserta 3 SKP, Panitia dan Moderator 3 SKP, Pembicara dan Instruktur 5 SKP)
u UU No. 44/2009 ttg Rumah Sakit
u Peraturan Menkes RI No. 780/MENKES/PER/VIII/2008 tanggal 19 Agustus 2008 tentangPenyelenggaraan Pelayanan Radiologi
u Keputusan Menkes RI No. 1014/MENKES/SK/XI/2008 tanggal 3 Nopember 2008 tentang Standar Pelayanan Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan
u Kepres No.48/1995 tentang TBR
u SK.Menkes No.1267/1995 tentang Penetapan Nilai TBR
u SK.BAKN No.02/1996 tentang Tatacara PPP TBR
u Keppres No.5/2004 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional  Radiografer
u Standar Biaya Umum 2009
u Masalah Kehidupan semakin komplek
u Globalisasi  & Persaingan yang tidak terkendali
u Hegemoni komunikasi & Kekuasaan
u Krisis lingkungan yang semakin parah
u Menurunnya Kualitas hidup secara makro
u Awali dengan niat lurus & tulus
u Sealu berfikir jernih
u Bicara benar dengan komunikasi santun
u Melakukan sikap terpuji
u Melakukan prilaku keteladanan

FAKTOR-FAKTOR  YANG MENDORONG PERUBAHAN
Ø  Pendayagunaan Staf
Ø  Pesatnya IPTEK
Ø  Berkurangnya Rasa Kepuasan
Ø  Tuntutan Pelayanan
Ø  Perubahan Pasar
Ø  Resesi Bidang Ekonomi/Industri
Ø  Menurutnya Tingkat Keuntungan
Ø  Suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat (Schein)
Ø  Seorang yang memiliki pengetahuan yang lebih baik dari cliennya tentang apa yang diderita yang terjadi pada cliennya (Hughes)
Ø  Profesi  adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian (De George)
Ø  Profesi sebagai pekerjaan yang awalnya memerlukan pelatihan intelektual, yang menyangkut pengetahuan sampai tahap tertentu (kesarjanaan), yang berbeda dari sekedar keahlian atau kecakapan semata (Hakim Brandeis)
Ø  UU No. 23 tahun 1992 “Tentang Kesehatan  Bab VI  Pasal 50 (Tenaga Kesehatan)
Ø  PP No. 32  tahun 1966  “Tentang Tenaga Kesehatan”  Bab I Pasal 1 (Setiap orang yang mengabdi-kan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan)

Tenaga Kesehatan yang diberi tugas wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan kegiatan radiografi dan imejing di Pelayanan kesehatan (KepMenKes No. 375 Tahun 2007 Tentang Standar Profesi Radiografer)
u Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia di pandang dari segi baik dan buruk, sejauh  yang dapat ditentukan oleh akal (Drs. Sidi Gajalba)
u Etika (aristoteles) :
n  Terminius techicus : etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah pernuatan atau tindakan manusia.
n  Manner atau custom, etika berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang terkait dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
u Refleksi  dari apa yang di sebut dengan self control yang digunakan dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial atau profesi.
u Norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, ukuran-ukuran yang diterima dan ditaati oleh para pegawai, yang berupa peraturan-peraturan atau hal-hal yang sudah merupakan kebiasaan (positif), dan di anggap setiap pegawai sudah mengetahui dan melaksanakannya.
u Seperangkat kaidah, baik tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku bagi anggota profesi yang bersangkutan
u Kode etik : sistem norma, nilai, dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Menyatakan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dihindari.
u Kode etik berasal dari 2 (dua) kata yaitu kode yang berati tulisan (kata-kata atau tanda) yang dengan persetujuan mempunyai maksud tertentu sedangkan  etik berarti aturan tata susila, sikap atau akhlak (Bandreas)
u Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari (UU ttg pokok – pokok kepegawaian)

KARAKTERSISTIK PROFESI
1. Memiliki Keilmuan yang mandiri
2. Pengembangan di Institusi Pendidikan Tinggi
3. Menjadi Pekerjaan Utama
4. Memiliki Kode etik
5. Mempunyai otoritas
6. Mempunyai organisasi profesi
7. Melakukan pelayanan

Pemberdayaan radiografer melalui pelaksanaan fungsi-fungsi
standar kompetensi
    1. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Alat Gerak Atas (Ext. Superior);
    2. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Alat Gerak Bawah (Ext. Inferior);
    3. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Perut / Abdomen;
    4. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Dada / Thorax;
    5. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Tulang Belakang / Columna Vertebralis;
    6. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Kepala / Schedel;
    7. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Tulang Wajah / Facial Bone;
    8. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Tulang Panggul / Pelvis;
    9. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Bone Survey;
    10. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Gigi Geligi dan Panoramic;
    11. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Saluran Pernapasan / Tr. Respiratorius;
    12. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Saluran Pencernaan / Tr. Digestifus;
    13. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Saluran Perkencingan / Tr. Urinarius;
    14. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Sistim Reproduksi / Tr. Genitalia;
    15. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Sistim Persyarafan / Tr. Neurologis;
    16. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Sistim Hormon / Tr. Billiaris;
    17. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Sistim Pembuluh Darah Arteri / Arteriografi;
    18. Unit Kompetensi Melaksanakan Radiografi Sistim Pembuluh Darah Vena / Venografi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar