Laman

Saturday, June 11, 2011

Istilah dan Pengertian Profesi

DEFENISI SECARA UMUM
            Profesi adalah kerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
            Suatu profesi biasanya memiliki:
            1. Asosiasi
            2. Kode Etik
            3. Proses Sertifikasi dan
            4. Lisensi yang khusus untuk bidang tersebut.
           
Ø  Webster New World Dictionary
Menjelaskan profesi sebagai suatu pekerjaan yang meminta pendidikan tinggi dalam liberal arts atau science dan biasanya meliputi pekerjaan mental bukan pekerjaan manual.
Ø  Good’s Dictionary Of Education
Mendefinisikan sebagai suatu pekerjaan yang meminta persiapan speseilis yang relatif lama di perguruan tinggi dan di kuasai oleh suatu kode etik yang khusus.
Ø  Voolmer
Mendekati masalah profesi dari sudut pandang sosiologi yang menyarankan bahwa profesi menujuk pada suatu kelompok pekerjaan dari jenis ideal yang sebenarnya tidak ada dalam kenyataan tapi menyediakan suatu model status pekerjaan yang bisa di peroleh bila pekerjaan itu telah mencapai profesionalisasi dengan penuh.

Profesi sebenarnya adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan yang sangat di pengaruhi oleh pendidikan dan keahlian sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai.

Maka orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat denagn menggunakan keahlian yang dimiliki.

KARAKTERISTIK PROFESI
  1. Keterampilan yang berdasar  pada pengetahuan teoretis.
  2. Asosiasi profesional
  3. Pendidikan yang ekstensif
  4. Ujian kompetensi
  5. Pelatihan institusional
  6. Lisensi
  7. Otonomi kerja
  8. Kode etik
  9. Mengatur diri
  10. Layanan publik dan altruisme
  11. Status dan imbalan yang tinggi

MENURUT BARKER
1. Berdasar ilmu pengetahuan bermutu tinggi yang standar disistematis.
2. Orientasi utama kepada public ketimbang interes pribadi.
3. Pengendalian diri yang sungguh-sungguh memiliki kode etik yang dihayati dalan proses sosialisasi kerja dan hubungan sukarela yang di selenggarakan oleh pakar dalam pekerjaan itu sendiri.
4. Adanya suatu sistem reward moneter dan kehormatan yang dasarnya simbol pencapaian prestasi.


Menurut  literature Moore
1. Seorang profesionl menggunakan waktu penuh untuk menjalankan pekerjaannya.
2. Terikat oleh suatu panggilan hidup dan dalam hal ini ia memperlakukan pekerjaannya sebagai perangkat norma kepatuhan perilaku.
3. Mengusahai pengetahuan yang berguna dan keterampilan atas dasar latihan spesialisasi atau pendidikan yang sangat khusus.
4. Ia terikat oleh syarat-syarat kompetensi, kesadaran prestasi dan pengabdian.
5. Ia memperoleh otonomi berdasarkan spesialisasi teknik yang tinggi.

Grenwood menyarankan bahwa profesi-profesi dibedakan dari non profesi karena memiliki unsur-unsdur esensial berikut:
    1. Suatu dasar teori sistematis.
    2. Kewenangan yang diakui oleh klien.
    3. Sanksi dan pengakuan masyarakat atas kewenangan ini.
    4. Kode etik yang mengatur hubungan-hubungan dari orang profesional dengan klien dan teman sejawat lainnya.
    5. Kebudayaan profesi yang terdiri atas nilai-nilai, norma-norma dan lambang-lambang.


Hall menyatakan bahwa peralihan suatu pekerjaan menjadi profesi terjadi melalui 4 tahapan sebagai berikut:
  1. Memperoleh badan pengetahuan dari institusi pendidikan tinggi.
  2. Menjadi pekerjaan utama.
  3. Membentuk organisasi profesi.
  4. Menyusun kode etik.

Kharakteristik suatu profesi menurut Abraham Flexner:
  1. Aktifitas intelektual.
  2. Berdasarkan ilmu dan belajar.
  3. Untuk tujuan praktek dan pelayanan.
  4. Dapat diajarkan.
  5. Terorganisasi secara formal.

Menurut Miller atribut terpenting dari profesionalisasi adalah:
  1. Menambah badan tubuh pengetahuan di dalam tatanan universitas dan orientasi sains pada tingkat pasca sarjana.
  2. Mencapai kompetensi dengan landasan teoritis, diagnosis dan penyembuhan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang potensial dapat dilaksanakan.
  3. Menyebutkan dan menspesifikasi keterampilan dan kompetensi yang merupakan batasan dari keahlian.

Menurut Edgar Schein karakteristik profesi adalah:
  1. Para profesional terkait dengan pekerjaan seumur hidup dan menjadi sumber penghasilan utama.
  2. Mempunyai motivasi yang kuat atau panggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya.
  3. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan dan keterampilan ilmu pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan yang lama.
  4. Mengambil keputusan demi kliennya berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip dan teori-teori yang beroriantasi pada pelayanan.

KODE  ETIK
Monopoli yang dinikmati oleh suatu profesi yang membawa resiko bagi orang lain dan masyarakat yang dilayaninya. Monopoli bisa disalahgunakan kekuasaan dan hak istimewa dapat dipakai untuk melindungi kepentingan pribadi yang bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencegah penyalahgunaan serupa itu setiap profesi menetapkan seperangkat pedoman yang memaksa perilaku etis dipihak para anggotanya.
Suatu kode profesional adalah barangkali lebih eksplisit, sistematis, dan lebih mengikat. Ia lebih alturistis mementingkan kesejahteraan orang lain dan lebih berorientasi pada pelayanan masyarakat umum.

KEBUDAYAAN PROFESI
Kebudayaan profesi terdiri atas nilai-nilai, norma-norma, dan simbol maupun konsep karir. Nilai sosial dari kelompok profesional ialah anggapannya yang dasar dan fundamental, yang paling penting diantara nilai-nilai ini ialah nilai esensial dari jasa yang disampaikan oleh kelompok profesional kepada masyarakat. Norma-norma profesional ialah pedoman bagi perilaku dalam situasi sosial.

PERSATUAN PROFESI
Profesi yang sungguh memiliki suatu ikatan profesi yang kuat dan berpengaruh untuk membantu dan menjamin terpenuhnya kriteria yang diuraikan, ini muncul dari tanggung jawab kelompok terhadap masyarakat di atas kewajiban anggota perseorangan.

SANKSI MASYARAKAT
Pengakuan masyarakat akan kekuasaan dan hak-hak tertentu itu dapat formal maupun informal. Pengakuan formal ialah kesepakatan yang diperkuat oleh kekuatan hukum.
Ini dapat dicapai melalui akreditas yaitu pengakuan bahwa program pendidikan yang dijalankan oleh suatu pusat pendidikan telah memenuhi standar yang diminta oleh lembaga akreditasi dari organisasi profesi.


No comments:

Post a Comment