Laman

Friday, June 10, 2011

ORGANISASI PROTEKSI RADIASI

Proteksi radiasi bergantung pada organisasi proteksi radiasi yang efisien dan efektif.Tanggung jawab dan wewenang organisasi proteksi  radiasi harus di nyatakan secara jelas. Setiap instalasi  nuklir wajib memiliki organisasi proteksi radiasi. Ada tiga unsur dalam organisasi proteksi radiasi, yaitu:
  1. penguasa instalasi atom,
  2. petugas proteksi radiasi
  3. pekerja radiasi.

PENGUASA INSTALANSI ATOM
Penguasa instalasi atom mempunyai tanggung jawab tertinggi terhadap keselamatan personel dan anggota masyarakat lain yang berada di dekat instalasi di bawah pengawasannya.
Bila perlu penguasa instalasi atom dapat membentuk komisi keselamatan radiasi
Yang termasuk dalam Penguasa Instalasi atom adalah Direktur RS atau Ketua Yayasan Rumah Sakit
Tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa instalasi atom dalam melaksanakan tanggung jawabnya:
1. Membentuk organisasi proteksi radiasi dan atau menunjuk
    petugas proteksi radiasi ( PPR )
2. Hanya mengizinkan seorang bekerja dgn sumber radiasi  setelah
    memperhatikan segi kesehatan. Pendidikan dan pengalaman
    kerja dgn menggunakan sumber radiasi
3. Menjelaskan kpd semua pekerja radiasi ttg adanya potensi
    bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan zat radioaktif dan
    atau sumber radiasi lain dlm tugasnya serta memberi latihan
    proteksi radiasi
4. Menyediakan aturan keselamatan radiasi yang berlaku dalam
    lingkungan sendiri termasuk aturan tentang penanggulangan
    keadaan darurat
  1.  Menyediakan fasilitas dan peralatan serta sarana kerja yg diperlukan untuk bekerja dgn sumber radiasi ( peralatan proteksi radiasi, tempat penyimpanan sumber dll )
  2. Menyediakan prosedur kerja yang diperlukan
  3. Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja radiasi dan pelayanan kesehatan bagi pekerja radiasi
  4. Memberi tahu instansi yg berwenang dan instalasilain yang terkait ( misal kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran)apabila terjadi bahaya radiasi atau keadaan darurat lainnya

PETUGAS PROTEKSI RADIASI
PPR perlu di beri wewenang yg memungkinkan ia bertindak tepat pd waktunya sesuai dgn gawatnya bahaya yg di hadapi. Dalam melaksanakan kegiatan yg melibatkan radiasi atau sumber radiasi lainnya PPR harus di ikutsertakan.
PPR bertugas membantu penguasa instalasi atom dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
Syarat mjd PPR : pendidikan minimal D3 dan telah lulus mengikuti ujian PPR yang di selenggarakan oleh BAPETEN
Wewenang PPR :
  1. Memberi instruksi teknis dan administrasi baik secara lisan atau tertulis kpd pekerja radiasi ttg keselamatn kerja thd radiasi yg baik. Instruksi ini hrs mudah dimengerti dan dilaksanakn ( misal JUKLAK )
  2. Mengambil tindakan yg menjamin agar tingkat penyinaran serendah mungkin dan tdk akan pernah mencapai batas tertinggi yg berlaku serta menjamin agar pelaksanaan pengelolaan limbah RA sesuai dgn ketentuan yg berlaku
  3. Mencegah di lakukan nya perubahan thd segala sesuatu yg dpt menimbulkan kecelakaan radiasi
  4. Mencegah kehadiran orang lain yg tdk berkepentingan ke dalam daerah pengendalian.
  5. Menyaran kan kpd penguasa instalasi atom ttg pemeriksaan kesehatan bg pekerja  radiasi apabila di perlukan dan melaksanakan pemonitoran radiasi serta tindakan proteksi radiasi
  6. Menyelenggarakan dokumentasi dan invetarisasi yg berhubungan dg proteksi radiasi
  7. Memberikan penjelasan dan menyediakan perlengkapan proteksi radiasi yg memadai kpd para pengunjung atau tamu apabila di perlukan
  8. Mencegah zat radioaktif jatuh ke tangan orang yg tidak berhak

PETUGAS RADIASI
Kewajiban pekerja Radiasi :
  1. Mengetahui, memahami dan melaksanakan semua ketentuan keselamatan kerja radiasi
  2. Melaksanakan petunjuk pelaksanaan kerja yang telah di susun oleh PPR dengan benar
  3. Melaporkan setiap gangguan kesehatan yg di rasakan  dan di duga akibat penyinaran lebih atau masuknya radioaktif ke dalam tubuhnya
  4. Memanfaatkan sebaik baiknya peralatan keselamatan kerja yang tersedia serta bertindak hati hati, aman, dan disiplin utk melindungi baik pribadi maupun orang lain
  5. Melaporkan kejadian kecelakaan bagaimanapun kecilnya kepada PPR

TINGKAT ACUAN
Ada 3 macam tingkat acuan , yaitu :
  1. Tingkat pencatatan, yaitu suatu tingkat yang jk di lampaui maka suatu hasil pengkuran harus di catat. Nilai pencatatan harus kurang dari 1/10 dari nilai batas ekuivalen tahunan. Hasil pengukuran di bawah nilai tingkat acuan tidak perlu di proses lebih lanjut.
  2. Tingkat penyelidikan, yaitu suatu tingkat yg jk di lampaui maka penyebab atau implikasi suatu hasil pengukuran harus di selidiki.Tingkat penyelidikan harus kurang dari  3/10 dari nilai batas dosis ekuivalen tahunan.
  3. Tingkat intervensi, yaitu suatu tingkat yg jk dilampaui maka beberapa tindakan penanggulangan harus diambil. Tingkat intervensi harus di tentukan sehingga tindakan penanggulangan tidak mempengaruhi kondisi opersai normal.

No comments:

Post a Comment