Laman

Friday, June 10, 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN NILAI BATAS DOSIS

*      Thn 1920, The British X ray and radium Protection Comitttee dan American Roentgen Ray Society, mengeluarkan rekomendasi ttg proteksi radiasi.
*      Thn 1925, Mutscheller berasumsi dosis total(dosis tenggang) yg diterima selama sebulan kurang dr 1/100 nilai dosis yg menyebabkan errytema kulit.Nilai penyinaran yg menimbulkan errytema kulit adalah 600 R .Jadi dosis tenggang sebesar 6 R utk jangka waktu penerimaan dosis selama sebulan/30 hari, atau rata-rata 200mR per hari.
*      Thn 1928, Kongres Radiologi Internasional menetapkan satuan Roentgen sebagai satuan utk paparan sinar X dan gamma
*      Thn 1934, menurunkan dosis tenggang menjadi 0,2 R per hari atau 1 R per minggu. 
*      Thn 1936, dosis tenggang diturunkan lg mjd 100 mR per hari
*      Thn 1950, ICRP memutuskan :
  1. Menurunkan dosis tenggang menjadi 0,05 R ( 50 mR) per hari atau 0,3 R (300mR) per minggu
  1. Menetapkan kulit sebagai organ kritis dengan dosis tenggangnya sebesar 0,6 R (600mR) per minggu pada kedalaman 7 mg/cm2
*      Thn 1953 ICRU memperkenalkan dosis serap, mempertimbangkan energi radiasi
*      Thn 1955 IRP memperkenalkan dosis ekuivalen
*      Melalui publikasi ICRP thn 1958, menetapkan dosis tenggang disebut sbg NBRT ( Nilai Batas Rata-rata Tertinggi ) nilainya 0,1 rem/minggu, utk praktis 5 rem
*      Juga menetapkan NBRT utk masyarakat 1/10 NBRT yaitu 0,5 rem
*      Thn 1977 ICRP menetapkan NBRT 50 mSv/thn dan dengan memperkenalkan prinsip ALARA ( As Low As Reasonable Achievable )
*      Thn  1990 ICRP menetapkan dosis tenggang 20 mSv/thn, tdk boleh melebihi 50 mSv/th


No comments:

Post a Comment