Laman

Rabu, 22 Juni 2011

WIRING DIAGRAM PESAWAT SINAR X

          DEFINISI

Wiring, adalah sistem koneksi antar komponen.

Wiring diagram pesawat sinar X berarti sistem koneksi antar komponen penyusun pesawat sinar X.

LV kompensator berfungsi untuk mengkompensasi tegangan input bagi pesawat agar fluktuasi tegangan jala PLN tidak mempengaruhi kinerja pesawat.

Komponen utamanya adalah berupa outotransformer yang memiliki beberapa tap input.

Jika tegangan jala PLN turun dibawah standard, maka kita harus menambah jumlah lilitan input agar tegangan output optimal.



Jenis LV Compensator dilihat dari Cara Kerja

  1. Manual LV compensator

                Perubahan /Fluktuasi tegangan jala PLN hanya dideteksi dan ditampilkan berupa indikator (lampu) dan perubahan tersebut ridak akan dikompensasi oleh alat.

Bentuk Fisik Control Panel




Wiring/diagram Manual LV compensator



 








                                                                                                                      



b.Automatic LV compensator

Berbeda dengan sistem manual, sistem otomatik dapat merespon dan mengkompensasi fluktuasi tegangan jala PLN sesuai dengan kebutuhan mesin.

Prinsip kerja sangat mirip, namun terdapat beberapa tambahan bagian aktif, yaitu :

  1. Power supplay
  2. DC/DC converter
  3. Comparator
  4. Motor driver
  5. Motor



Wiring/diagram Outomatic LV compensator



 














                                                                                                                                                                          



          Cara kerja outomatic LV compensator

Tegangan PLN masuk ke outotrafo kemudian dibagi atas beberapa bentuk tegangan. Salah satunya adalah berupa tegangan rendah 15 V AC. Tegangan 15 V AC inilah yang nantinya akan digunakan sebagai dasar kerja outomatic LV. Pada saat tegangan PLN naik, misalnya dari 220 V menjadi 230 V, maka kenaikan tersebut akan berpengaruh pada output outotrafo, yaitu dengan perbandingan 220:15, sehingga dengan adanya kenaikan 10 V pada inputakan mengakibatkan output naik menjadi 16,7 V.  Begitu juga pada saat tegangan PLN turun, maka akan mengakibatkan penurunan pada tegangan output outotrafo.

Tegangan output tersebut akan digunakan pada rangkaian elektronika selanjutnya, yaitu pada comparator. Namun perlu diketahui bahwa comparator hanya beroperasi pada arus searah, sehingga perlu adanya penyearah (rectifier).

Tegangan dan arus yang telah disearahkan tersebut digunakan oleh komparator, komparator adalah pembanding tegangan, terdapat dua masukan dan satu keluaran. Masukan tersebut adalah berupa pembanding dan referensi (tegangan dasar).

Referensi didapat dari DC/DC converter merupakan suatu rangkaian yang menghasilkan tegangan output konstan, walaupun inputnya berubah-ubah. Jadi walaupun tegangan input berubah, namun keluaran DC/DC konverter akan tetap 15 V dc.

Pada saat terdapat kenaikan tegangan PLN dari 220 V ke 230 V maka output juga akan berubah dari 15 V ke 16,7 V maka masukan pembanding komparator akan naik juga menjadi 16,7 V sehingga terdapat perbedaan tegangan sebesar 1, 7V terhadap referensi. Perbedaan erseut akan mengakibatkan keluaran komparator positif, sehingga memicu motor driver untuk memberikan tegangan ke motor sehingga motor aka bergerak turun hingga tegangan output sampai 15 V ac. Pada saat tegangan output sebesar 15 V ac, itu berarti input pembanding komparator akan sama dengan referensi, sehingga komparator akan menghasilkan output  0  atau tidak ada tegangan sehingga motor akan berhenti bergerak.

Sedangkan saat tegangan PLN  turun menjadi 210 V ac, maka tegangan outputoutotrafo adalah sebesar 14,7 V, Sehingga  tegangan pembanding komparator lebih rendah 1,7 V dibandingkan dengan referensi, hal ini berakibat komparator menghasilkan tegangan negatif, dan memicu motor driver untuk menggerakkan motor ke arah atas hingga tegangan output 15 V.



KV SELEKTOR

 kV merupakan satuan beda potensial yang dalam pesawat X ray lebih mengarah ke beda potensial kutub tabung. Dalam hal ini berarti merupakan tegangan yang terdapat pada anode pada saat terjadi exposure.
Dalam penggunaanya, kV yang digunakan dalam pemeriksaan berfariasi tergantung dari jenis dan tingkat ketebalan dari obyek, oleh karena itu diperlukan suatu bagian yang dapat merubah besarnya beda potensial tersebut. Bagian tersebut adalah kV selektor. kV selektor terdapat pada bagian output outotrafo (dimana LV merupakan input)



Diagram kV selector




SWITCHING dan TIMER

Sinar X merupakan suatu energi relatif kuat yang dapat berbahaya bagi sel biologis, oleh karena itu dalam penggunaanya diperlukan pembatas dan kontrol waktu yang tepat.

Untuk membatasi dan menentukan kapan terjadinya sinar X digunakan suatu bagian yang disebut dengan switching. Sedangkan untuk membatasi lamanya waktu penyinaran dimanfaatkan timer.

Pada prinsipnya switcing digunakan untuk memutus/menyambung koneksi antara kV selektor dan pembangkit tegangan tinggi.



          Dilihat dari rangkaianya timer dapat dibagi menjadi 5, yaitu

  1. Timer mekanis
  2. Timer elektrik
  3. Timer elektronik
  4. Timer mAs
  5. Iontomat



1.       Timer mekanis

          Terdiri atas roda gigi, pegas dan kontaktor

          Tidak dapat digunakan untuk pengaturan waktu yang lebih rendah dari 0,25 s.

          Biasanya digunakan pada alat dental X ray



2.       TIMER ELEKTRIK

          Timer elektrik biasa disebut dengan timer motor sinkron.

          Terdiri atas motor AC yang bergerak konstan dengan pengaruh dari frekuensi tegangan jala

          Timer ini dapat mencapai waktu rendah hingga 0,02 s

          Biasa digunakan dalam pesawat cardiac angiography

          Terdiri atas roda gigi, pegas dan kontaktor

          Tidak dapat digunakan untuk pengaturan waktu yang lebih rendah dari 0,25 s.

          Biasanya digunakan pada alat dental X ray



3.       Timer elektronik

          Dibuat berdasarkan sifat capasitor

          T=R.C untuk waktu charging

          T=1,1 R.C waktu discharge



4.       Timer mAs

          Diepengaruhi oleh arus tabung

          Arus tabung relatif konstan sedangkan waktu penyinaran variabel

          Dipengaruhi oleh proses pengisan capasitor dari tap seri HTT.




5.       Iontomat Timer

          Dapat menentukan  waktu penyinaran berdasarkan tingkat ketebalan/keras obyek

          Terdiri atas detektor radiasi, yang mengontrol timer.





1 komentar:

  1. laman ini bagus.tapi knpa kok gambarnya gak bisa muncul iya...lok bleh kirim ke email ini ya Rizalahwasalim@gmail.com pas dengan tgas saya ini

    BalasHapus