Laman

Sunday, January 29, 2012

Dasar fisika MRI

 
MRI adalah suatu teknik pencitraan diagnostik melalui pemanfaatan resonansi magnet inti-inti atom hydrogen dalam tubuh.

Resonansi adalah fenomena yang terjadi ketika sebuah obyek dikenai gerakan yang mempunyai frekuensi sama atau mendekati nilai frekuensi yang dimilikinya.
Tubuh manusia terdiri dari kumpulan sel-sel, bagian terkecil dari sel adalah atom. Atom terdiri dari inti atom dan elektron. Inti atom terdiri proton dan netron. Proton bermuatan positif, netron tidak bermuatan sedangkan elektron bermuatan negatif.
Ada tiga pergerakan pada atom. Elektron berputar pada sumbu masing-masing, elektron mengitari inti atom dan inti atom sendiri berputar pada sumbunya. Perputaran ini disebut SPIN

Spin dari inti atom inilah yang dapat menimbulkan terjadinya moment magnetic dipole ( Kutub magnet).

Dalam keadaan normal kutub magnet ini posisinya acak sehingga kekuatan medan magnetnya adalah nol, karena masing-masing magnet saling menolak satu sama lain.

Ketika tubuh pasien diletakkan di dalam medan magnet eksternal yang sangat kuat maka kutub magnet pada inti atom akan berada pada keadaan searah atau berlawanan arah( yang berlawanan arah lebih sedikit daripada yang searah).

Resonansi dengan radiofrekuensi diberikan agar energi spin bertambah. Radiofrekuensi digunakan karena nilai frekuensinya sama dengan nilai larmor frekuensi Hidrogen.( larmor frekuensi Hidrogen=42,58 MHz/T)>ω=∂. B

Hasil resonansi yang terpenting adalah munculnya sinyal magnetic resonance

No comments:

Post a Comment