Laman

Monday, March 5, 2012

Akankah CR dan DR menggantikan Pocessing manual dan automatic ?

Dalam perkembangan teknologi saat sekarang ini, khususnya dalam dunia radiologi telah berkenbang inovasi-inovasi terbaru dalam pengolahan pencitraan radiograf, dan ini memberi keuntungan dan tentunya juga ada kerugianya, khusus dari segi biayanya !...nah dalam hal ini lah saya sebagai radiografer sangat memperhatikan gejala hal yang timbul karena perkembangan saat ini. nah dari tingakat keefektifanya DR dan CR sangat baik, karena telah dapat memanipulasi gambaran yang didapat sesuai kebutuhan dari pemeriksaan yang di[perlukan secara spesifiknya akan diterangkan disini :


Computed Radiography (CR)
Computed Radiography (CR) digunakan pada pesawat rontgen konvensional, tapi film yang digunakan bukan lagi film biasa, melainkan kaset CR yang berisi detector dan sel memori seperti memory card, kaset CR ini nantinya harus dibaca dengan CR Cassette Reader untuk mendapatkan image atau gambar digital hasil pemotretan objek pasien. Keuntungan penggunaan CR antara lain:
-         Lebih ekonomis, sebab bisa menggunakan pesawat rontgen konvensional
yang ada dan tidak perlu membeli pesawat rontgen digital baru
-         Dapat digunakan pada kebanyakan pesawat rontgen konvensional
-         Image quality atau kualitas gambar yang lebih baik
-         Bekerja menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah
Sedangkan salah satu kekurangannya tentu saja waktu image processing yang lebih lama dibandingkan system Direct Radiography (DR) sebab setelah expose kaset harus dibaca terlebih dahulu dengan reader.

Direct Radiography (DR)
Sistem Direct Radiography (DR) adalah system baru pada pesawat rontgen digital yang berkembang saat ini dimana image atau gambar hasil expose dari objek radiografi diubah kedalam format digital secara real time dengan menggunakan sensor berupa flat panel atau Charge Coupled Devices (CCD), jadi tak perlu menggunakan cassette reader untuk mendapatkan gambar secara digital.
CR Cassette Reader
CR Cassette Reader
Baik Direct Radiography (DR) maupun Computed Radiography (CR) tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun keduanya mempunyai keluaran (output) yang sama yaitu gambar digital dari objek radiography. Jadi bagi kita yang menginginkan sebuah system radiografi digital namun mempunyai dana yang terbatas, kita bisa mempertimbangkan penggunaan pesawat rontgen konvensional yang ada untuk dilengkapi dengan perangkat  Computed Radiography (CR), tapi jika mempunyai dana yang cukup untuk membeli pesawat rontgen baru, maka pilihan membeli pesawat rontgen digital dengan teknologi Direct Radiography (DR) layak juga untuk dipertimbangkan.

nah ! dari keterangan diatas kita dapat membedakanya antara CR dan DR lalu tentunya processing manual dan automatic yang tidak perlu lagi saya ternagkan, karena sebagai radiografer tentunya kita telah tahu spesifiknya...
Cerita kita akan berlanjut dalam kancah RS, sekarang ini khususnya di Sumatra Barat.  RS telah mulai menggati alat processing dengan CR,namun pada DR saya belum melihat pemakain oleh RS manapun di SUMBAR mungkin karena dari segi biaya DR tentunya harus mengganti semua peralatan radiologi yang ada khususx pada pesawat sinar-X konvetional. sedangkan pada processing manual dan automatic, saya melihat masih banyak RS yang memakai processing tersebut, untuk saat sekarang, tapi dari perencanaanya, telah banyak RS di SUMBAR yang akan beralih untuk menggunakan CR, khusus nya pada Rumah Sakit Daerah. nah! itulah cerita singkat dari dunia radiografer di SUMBAR saat ini...mungkin tidak lama lagi akan ada perubahan yang signifikan dari teknologi yang dipakai oleh para radiografer, dan mungkin saja dalam pengetahuannya processing manual tidak akan dipakai lagi di RS....singkat kata Wassalam..!

2 comments:

  1. Wah nice inpo neh, berarti bedany cm dlm aplikasi pemakaian sj sedangkan hasilnya gak beda jauh kan

    ReplyDelete
  2. perbedannya hasil imaging yang lebih bagus, efisiensi waktu, dan mugkin saja biaya operasional RS, ijin mengikuti bacaannya mas

    ReplyDelete