Laman

Tuesday, March 20, 2012

CT Brain Atropi

 

Computed Tomography merupakan suatu metode pencitraan diagnosa yang memanfaatkan komputer sebagai pengolah data sinar-X yang telah mengalami atenuasi dalam tubuh pasien yang diperiksa.CT Scan mempunyai kemampuan untuk membedakan bagian-bagian yang kecil diantara jaringan lunak dan ini lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan radiologi konvensional dengan meningkatkan kontras enhancement, sehingga berbagai jaringan lunak dan jaringan tubuh cepat dibedakan

Atropi adalah berkurangnya ukuran suatu sel atau jaringan. Atropi merupakan suatu respon adaptif yang dapat timbul sewaktu terjadi penurunan beban kerja sel atau jaringan ( Corwin, 2000 ). Tidak terkecuali pada otak Atropi pada otak bisa menyebabkan perubahan tingkah laku atau disfungsi organ, seperti: kejang-kejang,kelumpuhan, atau kebutaan. Penyebab atropi bisa karena infeksi virus atau juga penyakit degeneratif. Pada kasus yang penulis angkat kali ini adalah atropi serebri yaitu adalah penyusutan atau berkurangnya ukuran suatu jaringan atau terdapat kelainan saraf yang ada di otak.
Pada pemeriksaan CT-Scan pada anak diperlukan ketelitian untuk keakuratan akuisisi data apalagi pada kasus yang berhubungan dengan fungsi otak. Banyak literatur yang menguraikan tentang protokol dan urutan pelaksanaan untuk pemeriksaan CT-Scan pada anak yang tentu saja berbeda dengan pasien dewasa. Salah satu parameter yang digunakan untuk keakuratan data tersebut adalah ukuran slice thickness . Semakin kecil ukuran slice maka resolusi yang dihasilkan akan semakin tinggi ( Nesseth, 2000 ). Untuk ukuran standar scanning otak pada anak menggunakan slice thickness  5 mm (Castillo,1998 ) pendapat tersebut juga dikemukakan oleh seeram ( 2001 ).

Anatomi Otak
Otak merupakan jaringan yang konsistensinya kenyal menyerupai agar-agar dan terletak di dalam ruangan yang tertutup oleh tulang, yaitu cranium (tengkorak), yang secara absolut tidak dapat bertambah volumenya, terutama pada orang dewasa. Jaringan otak dilindungi oleh beberapa pelindung, mulai dari permukaan luar adalah kulit kepala, tulang tengkorak, selaput otak (meninges), dan cairan cerebrospinalis. Selaput otak terdiri atas tiga lapisan (dari luar ke dalam) : duramater, arakhnoid, dan piamater. Di dalam tempat tertentu duramater membentuk sekat-sekat rongga cranium dan membaginya menjadi tiga kompartemen. Tentorium merupakan sekat yang membagi rongga cranium menjadi kompartemen supratentorial dan infratentorial, memisahkan bagian-bagian posterior-inferior hemisfer cerebri dan cerebelum (Listiono, 1998).
Otak (encephalon) dapat dibagi dalam tiga komponen utama : hemisfer cerebri (otak besar), batang otak, dan cerebellum (otak kecil). Cerebri adalah bagian otak terbesar (85%) yang berasal dari pronsecephalon. Ia terdiri dari sepasang hemisfer yaang berstruktur sama, yang dipisahkan oleh flax cerebri dan dihubungkan oleh sekumpulan serabut saraf yang disebut corpus callosum, yang berfungsi untuk menyampaikan impuls di antara keduanya. Cerebri dari luar ke dalam tersusun oleh korteks (massa kelabu atau subtansia grisea atau grey matter), massa putih (subtansia alba), dan massa kelabu yang dikenal sebagai ganglia basalis (Listiono, 1998)..
Korteks cerebri (subtansi gricea) terdiri dari sel-sel saraf. Subtansia alba cerebri berisi serabut-serabut saraf (akson) dalam saluran-saluran yang menonjol, contoh korona radiata. Serabut-serabut ini arahnya konvergen, membentuk kapsula interna, di sefalad otak tengah. Ganglia basalis yang terletak di sebelah dalam  cerebri, berbatasan dengan ventrikel III, terdiri dari nukleus kaudatus, putamen dan globus palidus. Nukleus kaudatus berjalan di lateral ventrikel lateralis dan talamus. Talamus dan hipotalamus juga termasuk dalam substanis gricea (Listiono, 1998; Woodruff, 1993).
Di dalam parenkim otak bagian dalam terdapat empat buah rongga yang saling berhubungan dan berisi cairan cerebrospinalis. Rongga-rongga ini dibatasi oleh epitel apindema, disebut ventrikel otak. Sistem ventrikel otak terdiri atas ventriel lateralis kanan dan kiri, ventrikel III, dan ventrikel IV. Cairan cerebrospinalis dibentuk setiap hari oleh pleksus khoroideus di dalam ventrikel dan ruang subarakhnoid (Woodruff, 1993).
Batang otak, dari sefalad ke kaudal, terdiri dari empat komponen  utama : disencephalon, mesencephalon, pons, dan medulla (Woodruff, 1993). Diencephalon terdiri dari talamus, hipotalamus, epitalamus, dan sub talamus. Mesencephalon atau otak tengah terdiri dari tektum, tegmentum, substansia nigra, dan pedunkulus cerebri. Saraf III dan IV keluar dari mesensefalon. Akuaduktus silvii yang menghubungkan ventrikel III dan IV terletak dalam otak tengah bagian dorsal. Pons merupakan penghubung antara otak tengah dan medulla oblongata, terdiri dari bagian ventral (basis) dan bagian dorsal (tegmentum). Ia membentuk komponen utama dari batang otak dan berlokasi di bagian fossa medio-posterior. Saraf V-VII berasal dari pons. Permukaan dorsal pons membentuk dasar ventrikel IV. Medulla merupakan komponen yang paling kaudad dari batang otak. Saraf VIII-XII berasal dari medula. Medula akan melanjutkan diri ke kaudal sebagai medula spinalis. Medula meruncing ke kaudal dan bergabung dengan medula spinalis servikal pada foramen magnum (Listiono, 1998; Woodruff, 1993).

Patologi Atropi


Menurut Himawan ( 1975 ) kelainan retrogresif / regresif yaitu proses kemunduran, digolongkan menjadi 7 yaitu : atropi, degenerasi, infiltrasi, nekrosis, penimbunan pigmen, mineral, gangguan metabolisme, dan defisisensi.
Atropi adalah keadaan dengan mengecilnya ( berkurangnya ukuran volume) sel-sel jaringan alat tubuh, sebagai akibat hilangnya beberapa unsur penyusun intraseluler, menyebabkan mengecilnya alat tubuh tersebut terjadi karena sel- sel spesifik, yaitu sel- sel parenkim yang menjalankan fungsi alat tubuh tersebut mengecil ( Himawan, 1979).
Berdasarkan penyebabnya atropi  secara umum terbagi menjadi 2 macam yaitu atropi patologik dan fisiologik ( Atmodjo, 1992 ).

Atropi fisiologik atau disebut involusi 

Beberapa alat tubuh dapat mengecil atau menghilang sama sekali selama masa perkembangan/ kehidupan, dan jika alat tubuh tersebut sesudah masa usia tertentu tidak menghilang maka bisa diangggap sebagai patologik ( Himawan, 1975), misal, menghilangnya kelenjar timus pada masa pubertas : pembentukan  ligamentum teres hepatis dan penutupan foramen ovale jantung setelah anak lahir. Bila involusi ini tidak sempurna, maka akan tersisa jaringan alat tubuh tersebut seutuhnya atau sebagian dalam keadaan samar-samar rudimenter yang dapat pula berakibat gangguan.

Atropi Patologik dapat lokal atau sistemik mengenai beberapa sistem alat tubuh secara serentak secara bersamaan ( atmodjo, 1992).
a.       Atropi nutrisional atau kelaparan
b.      Atropi vasculer oleh gangguan vascularisasi (perbekalan darah dan nutrisi)
c.       Atropi payah biasanya mengenai kelenjar endokrin
d.      Atropi hormonal

Patologi meningitis

Meningitis adalah peradangan pada meningia, yang mempunyai gejala-      gejala berupa bertambahnya jumlah dan berubahnya susunan cairan serebro- spinal (CSF).
Infeksi yang terjadi mungkin disebabkan oleh bakteri atau virus, dan diagnosa dapat dilakukan dengan memeriksa cairan serebro spinal yang diambil melalui punksi lumbal    

Prosedur pemeriksaan
Ø  Persiapan alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan CT-Scan kepala dengan kasus atropi serebri di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal, yaitu :
q  Pesawat CT-Scan
q  Head cleam.
q  Apron berguna sebagai proteksi radiasi
q  Pengganjal kepala
q  Kaser dan film CT Scan
q  Imager

1.  Petunjuk teknis pengoprasian pesawat CT-Scan
a.       Menghidupkan pesawat
Ø  On kan semua switch yang ada di trafo ( gantry, x ray, console)
Ø  On kan switch console unit
Ø  Tunggu sebentar sampai ada peringatan untuk warming up
Ø  Tekan switch yang ada pada navipad untuk proses warming up
Ø  Proses warming up akan selesai apabila monitor sudah muncul menu ( 65 menit)
Ø  CT scan siap untuk dipakai

1.      Pelaksanaan pemeriksaan
§  Click patient registration
§  Isi data pasien sampai selesai (nama, umur, jenis kelamin, dokter pengirim dan lain-lain)
§  Bila data benar,di ok
§  Masukkan pasien kemudian atur  posisinya dan difiksasi

2.       Melengkapi data pemeriksaan
Pertama tekan tombol program yang akan diperiksa, yaitu tekan tombol HEAD. Kedua, tekan tombol MOVE ALL untuk mengatur luas daerah penyinaran (daerah yang akan dilakukan pemeriksaan CT-Scan kepala). Ketiga, tekan tombol SLICE untuk mengatur jumlah slice/irisan yang akan digunakan (pada CT-Scan kepala dengan diagnosa atropi serebri ini digunakan 13 slice/irisan). Keempat, tekan tombol OK.

3.      Petunjuk teknis pengoperasian pencetak radiograf
§  Click  filming
§  Tentukan jumlah frame yang akan diambil
§  Click  sceno/ct
§  Atur gambar yang akan di print ( WW dan WL)

Ø  Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus bagi pasien, hanya benda-benda yang dapat mengganggu radiograf dilepas, seperti kacamata, anting-anting. Pasien diberi selimut agar tidak dingin dan terasa nyaman. Komunikasi dengan keluarga pasien sangat diperlukan mengenai prosedur pemeriksaan yang dilakukan.  

Teknik Pemeriksaan


1.          Posisi pasien : Supine diatas meja pemeriksaan dengan kepala dekat dengan gantry.

2.          Posisi objek : Kepala fleksi dan diletakan pada head holder. Kepala diposisikan sehingga Mid Sagital Plane kepala sejajar dengan lampu indicator longitudinal dan interpupilary line sejajar dengan lampu indicator horizontal.  Selanjutnya kepala difiksasi dengan head clem. Lengan pasien diatur disamping tubuh dan difiksasi dengan sabuk khusus. Kemudian bagian tubuh diberikan selimut. Batas atas pemeriksaan adalah vertek dan batas bawah basis cranii.

4.     Scan Parameter
§  Scanogram     : Kepala lateral
§  Range             : Dibuat 2 range, range 1 mulai dari basis cranii  sampai pars petrosum dan range 2 di mulai dari pars petrosum sampai verteks
§ Slice Thickness   : slice ( 1-8) 5 mm dan slice ( 8-14) 10 mm
§ WW                 : 220
§ WL                  : 110
§ KV                  :  120
§ mAs                 : 200 mAs
§ Gantry tilt       : - 5,5 º

5.     Scan View
§ WW                             : diatas 90
§ WL                              : dibawah 20
§ KV                              : 120
§ mAs                             : 200 mAs
Fungsi scan view sebagai parameter untuk mengetahui apakah posisi pasien sudah tepat

6.      Scan – scan
Scan- scan di  mulai dari slice 2 – slice 8
§                    Range           : Di buat 2 range, range 1 mulai dari basis cranii sampai pars petrosum dan range 2 di mulai dari pas petrosum sampai verteks
§  Slice                            : slice ( 1-8) 5mm, slice ( 8-14) 10 mm
§  WW                             :diatas 90
§  WL                              : dibawah 20
§  KV                              : 120
§  mAs                             : 300 mAs
§  FOV                            :
§  Gantry tilt                   : - 5,5 º

1 comment: